Minggu, 22 Desember 2013

TAHU GAK SIH APA AJA PENYEBAB KEGEMUKAN SELAIN POLA MAKAN ?

10 Penyebab KEGEMUKAN selain pola makan :

1. Kurang Tidur
    Ada dua hal yang berkaitan dengan tidur dan kegemukan Pertama, makin sering Anda begadang makin mungkin Anda ngemil di malam hari yang berakibat pada ekstra kalori yang diasup.
  Kedua adalah yang berkaitan dengan zat kimia dalam tubuh. Saat kita begadang, hormon yang memicu nafsu makan akan dikeluarkan, akibatnya kita akan merasa kelaparan saat bangun tidur. Hormon ini juga membuat perut tidak pernah merasa kenyang.

2. Stress
    Saat kita didera berbagai persoalan dan kesibukan, tubuh akan beradaptasi dengan cara mengeluarkan hormon kortisol atau hormon stres. Hormon ini bisa meningkatkan nafsu makan sehingga tak heran bila saat dikejar deadline atau sedang stres, kita akan mengasup lebih banyak makanan.

3. Pengobatan Medis
    Banyak pengobatan yang memiliki efek samping menggemukkan tubuh. Beberapa jenis obat seperti anti-depresan, Pizotifen (obat migrain), obat-obatan untukdiabetes dan bera-blockers (tekanan darah tinggi) kerap dituding jadi salah satu faktor penyebab kegemukan. Jika yang membuat diet Anda tidak berhasil adalah pengobatan medis, maka yang bisa dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter yang menangani Anda. Tanyakan apakah ada alternatif obat lain yang tidak punya efek samping menggemukkan. Sebelum konsultasi dan mendapatkan penjelasan dari dokter, jangan pernah berhenti mengonsumsi obat karena bisa membahayakan tubuh.

4. Olahraga yang Salah ==== Lakukan olahraga yang bervariasi
    Jika Anda melakukan gerakan olahraga yang sama dalam periode terlalu lama, tubuh akan beradaptasi dengan gerakan tersebut. Akibatnya, latihan tidak lagi memberi hasil maksimal pada tubuh Anda dibandingkan saat awal-awal latihan dulu. Gerakan-gerakan olahraga yang dilakukan di tempat fitnes biasanya hanya bermanfaat dalam jangka pendek. "Mengganti jalan cepat dengan jogging, bisa meningkatkan pembakaran kalori hingga 100%. Anda tentunya bisa mempersingkat waktu saat berolahraga," jelas Dr Ulf Ekelund, spesialis olahraga dan obesitas di Medical Research Council

5. Polusi & Radikal Bebas
    Menurut hasil studi yang dilansir Critical Reviews in Food Science ang Nutrition, polusi bisa memengaruhi metabolisme tubuh. Zat-zat berbahaya seperti endocrine (zat kimia yang terdapat pada plastik) dan sisa pembakaran sampah yang ditemukan dalam tubuh manusia, sering dihubungkan dengan obesitas. Begitu juga dengan zat yang terdapat dalam pestisida. Zat-zat ini mengganggu sistem kerja dan menghambat metabolisme.

6. Amandel
    Para peneliti dari St Louis University di Missouri menemukan bahwa anak-anak yang amandelnya telah dikeluarkan (di operasi pengankatan) lebih banyak mengalami kenaikan berat badan setelah operasi ketimbang dari anak-anak yang tidak operasi amandel. Para peneliti menemukan peningkatan berat badan dan indeks massa tubuh (BMI) bisa dilihat sampai tujuh tahun setelah operasi. BMI meningkat sebesar 5,5 persen menjadi 8,2 persen setelah operasi. Menurut peneliti hal ini karena operasi yang mengurangi masalah kesehatan lain yang dibawa oleh tonsilitis mungkin dapat meningkatkan nafsu makan anak.

7. Konsumsi Makanan / Susu yang Berlemak Tinggi saat Hamil
    Para peneliti dari Universitas Cincinnati dan Medical College of Georgia menemukan bahwa ibu yang mengonsumsi makanan tinggi lemak saat hamil dapat menyebabkan plasenta memberikan nutrisi terlalu banyak untuk janin, sehingga dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan besar yang merupakan faktor risiko obesitas di kemudian hari

8. Perubahan Hormon
    Menurut Dr C. W. Randolph, seorang ginekologis dan apoteker, terlalu banyak estrogen bisa meningkatkan lemak. Pada usia 40-an ke atas, tubuh menjadi agen 'penyimpan lemak' yang baik, tapi kemampuannya mengubah lemak jadi energi berkurang. Sehingga yang terjadi adalah, tubuh menggemuk karena penumpukan lemak berlebih. "Berat berlebih ini sulit dihilangkan, bahkan dengan olahraga keras atau diet ketat," kata Randolph. Jika Anda memasuki usia rentan menopause, tidak usah terlalu khawatir. Mulailah jalani diet sehat dan gaya hidup aktif dari sekarang.

9. Metabolisme Menurun
    Setelah usia 30, metabolisme tubuh melambat hingga hampir 5% setiap 10 tahun. Tubuh membakar 100 kalori lebih sedikit/harinya dibandingkan saat masih berusia 25. Pembakaran akan semakin berkurang hingga 200 kalori, menjelang usia 45 tahun. Untuk mengatasinya, cobalah membuat tubuh lebih aktif secara fisik. Gabungkan latihan angkat beban dalam rutinitas olahraga Anda, minimal dua kali sehari. Latihan ini berfungsi membangun massa otot yang akan meningkatkan metabolisme. Otot, bisa membakar 25 hingga 33 kalori lebih banyak dibandingkan lemak tubuh.

10. Gen ===== Orang akan terkena penyebab ini jika 9 penyebab yang diatas telah dilakukan.
    Para ilmuwan mengidentifikasi terdapat 18 penanda genetik baru yang dapat berperan dalam obesitas, dan 13 penanda baru yang dapat menentukan apakah lemak ditumpuk di sekitar pinggang atau pinggul. Penanda tersebut ditemukan pada gen-gen yang sebelumnya tidak terhubung dengan obesitas. Belajar dari apa yang dilakukan gen ini, para ilmuwan dapat menemukan penyebab obesitas pada orang yang berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar